Wednesday, March 2, 2016

Sejarah dan Perkembangan Asuransi di Indonesia

ASURANSI merupakan istilah yg dipakai utk merujuk terhadap perbuatan, system, atau business dimana perlindungan finansial (atau mengganti rugi dengan cara finansial) utk jiwa, properti, kesehatan & lain sebagainya meraih penggantian dari kejadian-kejadian yg tak mampu diduga yg bakal berjalan seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi dengan cara rutin dalam jangka dikala tertentu yang merupakan edit polis yg menjamin perlindungan tersebut

Sejarah dan Perkembangan Asuransi di Indonesia
Sejarah dan Perkembangan Asuransi di Indonesia

Sejarah berdirinya asuransi di Indonesia tak terlepas dari makin berkembangnya business pemerintah kolonial Belanda kepada bagian perkebunan & perdagangan. Kepada periode tersebut perkebunan rempah-rempah, tembakau & kelapa sawit yg jadi ciri khas tanaman di Indonesia tumbuh pesat. Pemerintah Belanda merasa butuh buat menjamin kelangsungan usaha mereka dapat terjadi bersama baik & memperoleh perlindungan pada dampak mulai sejak dari proses panen hingga bersama pengiriman hasil panen tersebut ke negeri mereka. Dengan Cara umum perkembangan asuransi di Indonesia dibagi jadi 2 step mutlak yakni era penjajahan & era kemerdekaan

Sejarah perkembangan asuransi pada Masa Penjajahan


Kepada periode penjajahan Belanda, buat menopang business perkebunan & perdagangan, mereka mendirikan perusahaan asuransi kerugian perdana di Indonesia ialah Bataviasche Zee End Merk Asrantie Maatschappij kepada th 1853 bersama perlindungan mutlak kepada dampak kebakaran & asuransi pengangkutan. seterusnya berdiri ada 2 kategori perlindungan asuransi yg terdiri dari asuransi. Utk itulah mereka mendirikan perusahaan asuransi mula-mula di Indonesia bersama nama.

Lahirnya asuransi di Indonesia mula-mula kali didirikan oleh orang Belanda bersama nama Nederlandsh Indisch Leven Verzekering En Liefrente Maatschappij (NILMIY) bersama mengadopsi perusahaan Asuransi Belanda adalah De Nederlanden Van 1845. Nanti dikemudian hri sesudah Indonesia merdeka, asuransi ini diambil alih Pemerintah Indonesia & berganti nama jadi PT. Asuransi Jiwasraya . Disusul berikutnya oleh Asuransi Jiwa Boemi Poetra 1912 kepada thn 1912.

Secara umum asuransi pada masa penjajahan dibagi menjadi 2 kategori:

· Perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh orang Belanda.

· Perusahaan-perusahaan yang merupakan Kantor Cabang dari Perusahaan Asuransi yang berkantor pusat di Belanda, Inggris dan di negeri lainnya.

Sejarah perkembangan asuransi setelah masa kemerdekaan

Pada masa setelah kemerdekaan, ada 2 tahap penting perkembangan asuransi di Indonesia yaitu:

1. Nasionalisasi Perusahaan asuransi asing

Perusahaan asuransi peninggalan penjajah Belanda yang dinasionalisasi adalah NV Assurantie Maatshappij De Nederlandern dan Bloom Vander EE tahun 1845 menjadi PT Asuransi Bendasraya. Selain itu Asuransi De Nederlanden Van 1845 dinasionalisasi menjadi PT. Asuransi Jiwasraya

2. Pendirian dan penggabungan perusahaan asuransi baru

Pada masa kemerdekaan ada 2 langkah penting pemerintah terkait perkembangan asuransi di Indonesia yaitu penggabungan asuransi PT Asuransi Bendasraya yang bergerak dalam asuransi rupiah dan PT Umum Internasional Underwriters (PT UIU) yang bergerak dalam asuransi valuta asing menjadi PT Asuransi Jasa Indonesia atau lebih dikenal dengan nama Asuransi Jasindo. Selain penggabungan asuransi, pemerintah juga mendirikan beberapa perusahaan asuransi baru untuk menunjang kesejahteraan masyarakat yaitu:

· Asuransi Jasa Rahardja untuk melindungi masyarakat dari resiko kecelakaan lalu lintas

· Perum Taspen untuk Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri

· Perum Asabri untuk anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia

· Jamsostek, yaitu asuransi kecelakaan tenaga kerja perusahaan swasta

Sejarah perkembangan asuransi modern di Indonesia


Perkembangan asuransi modern di Indonesia dimulai dengan semakin banyaknya perusahaan asuransi yang berdiri di awal tahun 1980-an. Beberapa diantaranya seperti AIA Financial, Allianz, Avrist AXA Mandiri, CIGNA, Prudential, dan Asuransi Sinar Mas hadir dan menawarkan berbagai macam produk perlindungan dan bahkan investasi. Hal ini semakin menambah alternative pilihan bagi masyarakat untuk medapatkan perlindungan terhadap resiko seperti yang diharapkan. Di sisi lain pemerintah juga semakin tanggap dengan kebutuhan masyarakat akan perlindungan sehingga mulai tahun 2014 ini lahir Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan sebagai gabungan fungsi dan peran dari Jamsostek dan Askes pada periode sebelumnya.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon

Note: Only a member of this blog may post a comment.